Mengenang Balai Selasa

121 0

Dceritakan oleh Syafri Malalo

Balai Slasa Malalo yg berdiri sejak puluhan tahun bahkan lebih dari 100 tahun masih betdiri kokoh hingga saat ini tdk tergoyahkan oleh mall, indomaret, alfamart, yusnimar dan samsimar yg menjamur belakangan ini

Pasar tradisional malalo tetap ramai dikunjungi warga sekeliling danau singkarak mulai dari sumpu, rumbai sampai paninggahan

Di balai selasa dijual berbagai kebutuhan masyarakat seperti pakaian laki laki dan perempuan, sembako, nasi pitalah, ketupat sumpu, lamang dan berbagai kuliner lainnya

Dimasa lampau balai selasa menjadi idola masyarakat mulai dari anak.SD hingga orang tua yg tidak disadari harus hadir di pasar walau hanya sekedar bermain2

Kalau dari duo koto menjelang masuk balai selasa pasti menemukan mak labay menjual es mambo yg manis dan gurih rasanya

Walaupun penglihatannya tidak normal mak labay datang dari padang panjang membawa 6 -8 termos es tdk pernah absen meramaikan balai selasa

Dalam bertransaksi labay dibantu oleh seorang tante yg gesit memperhatikn perdagangan agar tidak terjadi kesalahan baik dalam menjual es maupun pengembalian uang

Tante tidak pernah lepas selalu setia mendampingi labay dlam berbisnis termasuk berjualan es disetiap ada keramaian di duo koto

Tante merupakan istri syah labay, ikut mengangkat sejumlah termos es dgn berjalan kaki dari balai selasa ke duo koto

Dimasa silam baik warga duo.koto, guguk, maupun rumbai dan lainnya hanya bisa ditempuh dgn berjalan kaki menuju balai selasa yg jaraknya cukup jauh

Agar tdk terlalu capek krn membawa belanjaan sebagian warga saat akan kembali ke duo koto beristirahat sejenak di panyubarangan sambil makan ketupat gulai paku yg dijual inyek galapuang

Balai selasa juga menjadi daya tarik khusus sebagian murid SD NEGERI 03 DUO KOTO, setelah mengikuti beberapa mata pelajaran sejumlah murid menyelinap dari kelas pergi menuju balai selasa untuk menghilangkan kejenuhan dan makan ketupat sumpu

Besok harinya mereka dipanggil oleh Pak Sulaiman yg merupakan guru pengajar untuk diberikan hukuman bahkan jg ada yg dipukul dgn roll kayu

Ketegasan dan disiplin guru sulaiman berdampak baik terhadap pendidikan di duo koto yg ditandai dgn setiap ujian akhir negara/nasional seluruh murid SD 03 lulus dgn nilai terbaik

Saat ini negeri duo koto menjadi perhatian warga sumatera barat untuk berkunjung berziarah kubur ke makam wai 50

Puluhan bus ukuran besar dan mini bus parkir di pinggir sungai malante batu sampai ke balai balai mengantar jamaah berziarah ke tempat bersejarah itu

Karena itu segenap tokoh masyarakat duo koto diharapkan dapat memberikan layanan terbaik kepada tamu agar jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun

Ternyata jamaah yg berkunjung ke tampaik wai 50 itu tdk hanya dari sumatera tetapi jg dari jawa timur, papu dan kalimantan

Nagari duo koto dalam waktu dekat jg akan disibukkan dgn kegiatan lainnya seperti bulan puasa, pulang basamo yg dilanjutkan dgn pesta rakyat membuka kapalo banda di gulang gulang

Related Post

Apa arti Malalo

Posted by - 15 Oktober 2026 0
Menurut profil wilayah adat Guguak Malalo, sejarah masyarakatnya diwariskan melalui tambo Nagari Malalo. Kisah asal-usul masyarakat menyebut perjalanan leluhur dari…

Apa Arti Malalo

Posted by - 15 Oktober 2026 0
Versi pertama: Malalo berasal dari kata malolo Menurut tulisan yang diterbitkan oleh HuMa, salah satu versi asal-usul nama Malalo adalah…

Apa arti Malalo

Posted by - 15 Oktober 2026 0
Di Zambia, salah satu negara di Afrika, Malalo berarti jembatan, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa nama Malalo di Sumatera…

Pesan Buya Hamidi Labai Sati

Posted by - 12 Oktober 2026 0
Pesan DAKWAH Malam ini Untuk Sesama Hamba Allah Apapun Profesi Kita Kita di NKRI Saat iniKetika Kita Masih HIDUP, SEHAT…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with