Diceritakan oleh Syafri Malalo,
Persatuan Sepakbola Malalo (PS Malalo) Bengkulu pada akhir tahun 70 dan awal 80 an menjadi club terbaik disegani oleh tim yg ada di bumi Raflesia (benkulu). Saingan dekatnya PS PU, PS Gapu dan PS PN. Pemain Ps Malalo waktu itu yg di takuti waktu itu antara lain mak Rawamangun, mak Lintau, Datuk alm, mak Canmal. Mereka selalu di jaga ketat oleh pemain lawan setiap pertandingan. Piala gubernur Bengkulu merupakan kejuaraan paling bergengsi untuk tingkat provinsi sering direbut oleh PS Malalo. Datuk yg di panggil Arafiq senantiasa berliuk liuk di depan gawang lawan untuk mencetak gol tidak kalah dengan mak Camal mengocek bola dari kiri luar menjebol gawang lawan melalui gerak tipunya sehingga bek dan penjaga gawang tidak berdaya menghadapinya.
Karena terus bertambahnya usia bermain bola tidak lincah lagi mak Canmal mulai meninggalkan bola dan memusatkan perhatiannya terhadap usaha kaset. Pada tahun 1985 usaha itu kurang bersahabat, warga Nyiur itu ganti usaha jualan pakaian di Bengkulu selatan di pasar Tais, Mambang dan pasar Mumpo. Hasil Dagang pakaian masih belum menggembirakan mak Nyiur itu mulai menyadari keahliannya di bidang pertanian. Dengan niat suci tahun 90 an mak Canmal kembali ke kampung untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yg dimiliki, mengolah hasil pertanian dan perkebunan diantaranya buah pala, kopi, pinang dan manggis, mak Canmal mulai dipercaya oleh pemkab Tanah Datar menjadi wakil dalam pertemuan di tingkat kabupaten dan nasional. Hampir seluruh daerah di tanah air dikunjungi mak Canmal mengikuti penyuluhan pertanian. Manfaat dari penyuluhan itu diberikan kembali kepada petani malalo untuk meningkatkan penghasilan.
Umumya kegiatan nasional itu dibuka oleh Menteri Pertanian sehingga untuK Nagari Malalo dipercayakan kepada mak Canmal. Keindahan alam dan majunya pertanian serta perkebunan di Malalo menjadi perhatian penuh Pemda Sumbar sehingga Gubernur berencana membangun jalan tembus dari Malalo ke Asam Pulau dalam waktu dekat. Peningkatan profesi dari pemain bola menjadi Menteri Pertanian Malalo itu ternyata diikuti oleh pemain AC Milan George Weah menjadi Presiden Liberia dan Pele sebagai Menteri Olahraga Brazil. Warga Duo Koto khususnya Nyiur harus bangga dengan prestasi yg dicapai Mak canmal sebagai Menteri Pertanian Malalo. Mak Canmal mengaku Manado, Samarinda, dan Aceh merupakan daerah yg paling berkesan dari seluruh daerah yg dikunjungi. Ketika ditanya tentang kesan di Manado itu hubungan sambungan telepon dengan mak canmal tiba-tiba terputus. (bersambung)
Memang Pak Syafri sangat bijak sekali bercerita mungkin beliau ini pesiunan di reporter Radio R.R.I indonesi jakarta masuk akal semua cerita saya seorang yg ude tua sangat terpesa dg certa nya turus lagi cerita nya supaya anak cucu kita biar dia mengerti cerita 2 kampung kita.👍👍🙏🙏
