Diceritakan Oleh Syafri Malalo
Antrian kendaraan bermotor di pom bensin,sembako murah seperti minyak goreng,telor dan beras sering kita saksikan di televisi dan media lainnya berbeda antrian dg yg satu ini.
Antri kuliner asli makanan tradisional asli simaung 2 koto,Malalo di pasar pura Bojong gede. Makanan itu di antaranya lamang tapai, pinyaram, lontong gulai paku, bubur kampiun dan pical. Antrian ini terjadi akibat warung uni mas hanya dilayani oleh 2koki.kondisi ini hanya dapat diatasi dengan menambak paling kurang 3 karyawan yg mampu mempercepat pelayanan.
Kelezatan kuliner uni mas itu sudah terkenal kedesa penyangga, seperti Tajurhalang, nanggerang, Cimanggis dan nanggelak melalui mulut kemulit yg menyebar dengan cepat. Makanan tradisional itu dijual mulai Pukul 06.00 pagi dan habis menjelang lohor. Selesai solat hasil penjualan mulai dihitung dan baru selesai menjelang asar. setelah solat asar Uni Mas kembali kepasar berbelanja bahan makanan untuk dijual besok.
Antrian di warung Uni Mas ini sudah berlangsung sejak tahun 2000 lalu, sehingga warga perumahan pura dan sekitarnya tidak asing lagi dengan gurih dan lezatnya panganan asli simaung tersebut.
Sementara itu mantan kepala jasa-raharja mak Acih mengakui setia mengunjungi acara keluarga Malalo yang pertama dicari adalah lamang tapai cirikhas simaung yang kelezatan ya tidak dapat digambarkan dan di ceritakan. Begitu pula pemuka Marabasa, Maseri mengakui kalau teringat kampung langsung pergi ke pura yang hanya untuk makan lamang tapai dan Pical.
