Pos Tinggal Kenangan

95 0

Diceritakan oleh Syafri Malalo

Kantor POS pusat pasar baru yang lazim disebut Pos menyisakan seribu kenangan bagi warga Duokoto. Puluhan warga Duokoto berjajar berjualan di depan pagar pos sejak tahun 60an. Dengan meja berukuran 2 kali 1 meter mereka menjual benda pos alat tulis kertas surat kartu ulang tahun kartu undangan, dan keperluan lainnja. Diseberang kantor Pos tepatnya pasar baru terdapat pula sejumlah warga 2 koto berprofesi sebagai penukaran mata uang asing.

Saking banyaknya orang awak menggantungkan nasib di Pos menjadikan tempat ini sebagai tujuan bagi yang baru datang dari Palembang, Medan , Bengkulu dan kampung pos merupakan alamat yang paling mudah dicari karena warga Jakarta umumnya mengetahui keberadaan Pos. Di depan pagar kantor pos banyak pula terdapat pedagang makanan mulai dari soto gado-gado bubur, kopi panas dan teh manis menjadi daya tarik bagi urang awak yang datang Pos.

Warga Duokoto yg baru pertama kali  ke Jakarta biasanya langsung menuju Pos, kemudian diantarkan ke alamat keluarganya. Bercengkerama dan saling bercerita pengalaman dimasa kecil karena sudah lama tidak bertemu dilanjutkan makan dan minum menjadi kepuasan tak terhingga bagi warga Duokoto. Mak Dallin (Almarhum) sesepuh warga kampung, dimasa mudanya sering berkunjung ke Pos untuk menghilangkan rada rindu. Mereka yang jualan dipos itu diantarainya. Mak Zul Bangke yang saat ini menjadi pengusaha expedisi di Bengkulu. Mak Ucok lintau pemilik toko  butik di Tamrin citi, mak Yan pemilik toko alat-alat olah raga di Bekasi, Mak Darmi pemilik bengkel motor di Bekasi, Mk Manak pemilik toko material di Ambon dan mak Aik bos toko jean di pasar-baru. selain itu juga ada yg pernah berjualan di Pos yakni Datuak Gampou, Pak lurah, Mak Ibrahim, Mak Amin, mak Udin Nyiuh dan Mak Lami Kapuh. Dalam menjalankan usaha, warga. Duokoto terus meningkatkan silaturahmi antara lain melalui halal bihalal setelah Idul Fitri. Sebelumnya menjelang lebaran dilakukan penggalangan dana untuk biaya acara tersebut. Mak Oncu Nasir (Almarhum) ketika masih duduk di bangku SLTA termasuk salah satu yang aktif melakukan penggalangan dana melalui donator. Setelah memberikan bantuan, masing-masing donatur diberikan penghargaan berupa almanak bergambar pemandangan dan kegiatan di Malalo. Namun Oncu Nasir sangat terkejut ketika memberikan kalender ternyata tahunnya sudah kadaluarsa, pengalaman ini menjadi kenangan indah masa lalu bagi Oncu Nasir.  

Menjelang tahun 2020 pemda Jakarta Pusat dengan berbagai alasan termasuk keindahan melarang berjualan di depan pagar Kantor Pos. Pedagang yang mayoritas adalah warga Duo Koto, masih bernasib baik, pihak pos peduli terhadap nasib pedagang sehingga mereka disediakan tempat di sebelah sisi kanan kantor kondisi ini menyebabkan sebagian pedagang terpaksa beralih profesi karena tidak semuanya dapat ditampung untuk berjualan. Sejak pergeseran itu jumlah warga 2 koto yang datang ke Pos semakin berkurang. tidak lama kemudian di tempat jualan ini dibangun pos polisi sehingga mereka kembali digusur. karena kepedulian yang tinggi ,pihak pos kembali menyediakan sejumlah ruang kantor kepada pedagang yang tergusur itu. Sejak berjualan di dalam kantor pos ,tiada lagi dunsanak dari Duokoto yang sengaja datang untuk berbincang bincang dan maota dengan pedagang dipos.

Related Post

INFO KAMPUANG

Posted by - 5 Oktober 2026 0
Diceritakan oleh Erwin Fauzan. Assalamualaikum Wr Wb.Informasi yang Di peroleh dari hasil Pertemuan Walinagari Guguk MalaloYang mana Pak Walinagari ke…

Mengenang Balai Selasa

Posted by - 28 September 2026 0
Dceritakan oleh Syafri Malalo Balai Slasa Malalo yg berdiri sejak puluhan tahun bahkan lebih dari 100 tahun masih betdiri kokoh…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with